Sunday, April 6, 2008

Pseudomoniasis pada ikan

Pseudomonas merupakan penyakit infeksi termasuk agen penyakit berbahaya pada ikan khususnya ikan air tawar. Pseudomonas ini merupakan agen penyakit yang berbahaya serta dapat berakibat kematian yang tinggi karena penyakit ini menular dalam waktu cepat bila kondisi perairan memungkinkan.

Etiologi
Pseudomiasis dapat disebabkan oleh bakteri Pseudomonas fluorescent atau bisa juga Pseudomonas putida , yang merupakan bacteri gram negatif dan non-spora. Bakteri ini bersifat Aerobik, dengan ukuran 3µm x 0,5µm, motil, memproduksi pigmen fluorescent, dan berkembang biak di tanah dan air.

Cara penularan
Penularan serta penyebaran penyakit Pseudomoniasis adalah kontak langsung dengan ikan yang sakit atau dengan lingkungan yang tercemar.

Faktor predisposisi
Stress
Stress merupakan suatu rangsangan yang akan menaikkan batas keseimbangan psikologi dalam diri ikan terhadap lingkungan. Stress sendiri biasanya diakibatkan karena perubahan lingkungan serta perlakuan terhadap ikan, yang dalam hal ini dapat mengakibatkan terjadinya shock pada ikan yang bisa menurunkan nafsu makan, dan mengalami pelemahan daya terhadap penyakit.
Kepadatan populasi ikan
Kepadatan yang melebihi kapasitas perairan (carrying capacity) akan menimbulkan kompetisi yang tinggi dari ikan, oksigen terlarut menjadi rendah, serta konsentrasi amonia yang tinggi dapat menyebabkan stress dan merupakan penyebab timbulnya penyakit.

Perubahan Makroskopis dan Mikroskopis
Perubahan Makroskopis
-Hemorhagik pada kulit
-Kongesti dan pendarahan
-Kronis, akan terlihat adanya peritonitis fibrinosa
-Ascites akan menyerang pada famili Cyprinidae
-Adanya infeksi seperti pada Red Sore Disease
Perubahan Mikroskopis
-Kulit dan jaringan hemopoetik
-Hiperemi dan edema pada kulit
-Ruptur pada melanomacrophage center dan nekrosis elemen hematopoetik pada ginjal dan limpa
-Makrofag mengandung granula melanin pada ginjal, kadang pada daerah perifer
-Pada kasus kronis hanya pada kulit

Differensial diagnosa
-Red Sore Disease
-Bacterial Hemorragic Septicemia
-Aeromoniasis
-Furuculosis


0 comments:

Artikel Terkait