Monday, March 3, 2008

Listeriosis pada sapi

PENYEBAB
Bakteri yang menjadi penyebab penyakit ini ialah Listeria monositogenes.
Bentuk seperti batang, gram positif, dan bersifat aerob. Tidak membentuk spora dan kapsul. Tumbuh baik pada suhu 20-40°C.
Penyakit pada ternak sapi dan domba yang menyerang susunan saraf pusat dan selaput otak serta uterus ditandai dengan encefalitis dan meningitis, abortus, retensi sekundinae, dan metritis. Abortus bersifat sporadis dan terjadi pada akhir masa kebuntingan.
GEJALA KLINIS
Depresi
Abortus
Retensio sekundinae
Encephalitis bersama abortus dapat terjadi pada induk sapi tertular, tapi dapat juga hanya encephalitis atau abortus saja.
PENULARAN
Induk sapi dapat tertular setelah menelan bakteri bersama makanan atau minuman yang tercemar.
Sumber penularan ialah feses atau air susu yang mengandung listeria. Dalam feses, bakteri dapat hidup hingga 2 tahun pada lingkungan yang baik.
Listeria monositogenes dapat hidup pada lingkungan yang kurang serasi, dan dapat berkembang biak dalam damen atau silage dengan pH yang tinggi.
Induk sapi pembawa penyakit berperan penting dalam penularan penyakit ini. Fetus dan selaput fetus yang diabortuskan mengandung bakteri ini dan merupakan bahan penularan pada ternak lain.
Penularan pada manusia dapat terjadi ketika menolong fetus yang diabortuskan.
DIAGNOSA
Diagnosa didasarkan pada isolasi bakteri dan fetus yang diabortuskan atau selaput fetus dengan penanaman pada media agar. Bakteri dapat ditemukan dalam abomasum dan hati dari fetus atau kotoran vagina.
PATOGENESITAS
Setelah terjadi penularan, bakteri akan menembus selaput mukosa mulut atau hidung dan alat pencernaan, selanjutnya menuju otak dan menyebabkan infeksi otak.
Lingkungan yang buruk dan menyebabkan stres dapat mendorong terjadinya plasentitis dan septikemia pada fetus yang dikandung, diikuti kematian fetus kemudian diabortuskan serta timbul endometritis.
PENGOBATAN
Pengobatan dengan penisilin dan tetrasiklin dapat digunakan untuk menurunkan angka kematian.
PENCEGAHAN
Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian bakterin.
Sanitasi kandang yang baik khususnya ketika abortus merupakan pencegahan yang paling baik.
Sumber:www.vet-klinik.com

0 comments:

Artikel Terkait