Sunday, April 6, 2008

Anatomi dan Fisiologi Intestinum (usus) pada ikan

INTESTINUM ( USUS )
Dibagi menjadi menjadi dua bagian;
1. intestinum tenue (usus halus/kecil)
2. intestinum crassum (usus besar).

ANATOMI DAN FISIOLOGI INTESTINUM TENUE

A. Intetinum crassum
Intestinum tenue dibagi menjadi tiga bagian secara anatomiknya yaitu duodenum, jejenum, dan ileum.
1.duodenum; - pars ascendens,
- pars descendens.
Berbentuk huruf U
Berfungsi untuk mengabsorbsi sari-sari makanan.
2.jejunum adalah lanjutan duodenum,
Berfungsi mengarbsi sari-sari makanan.
3.ileum, adalah lanjutan dari jejunum
sangat berkelok-kelok, terletak sebelah caudal ventriculus dan duodenum, Berfungsi meresorbsi sari-sari makanan.

Intestinum crassum
Intestinum crassum dibagi menjadi sekum, kolon, rectum, dan anus.
1.sekum
- muara dari ileum
- berbentuk kantong yang sangat besar
- berwarna hijau tua keabu-abuan
- Berfungsi untuk menyimpan makanan sementara waktu pencernaan cellulose oleh bakteri
- pada sekum terdapat taenia, haustra, dan incisura.
2. kolon
- lanjutan daria sekum
- berfungsi menampung makanan juga setelah tercampur bakteri.
3. rectum
- lanjutan dari kolon
- berfungsi membentuk faeces, hingga dapat terlihat adanya faeces di dalamnya.
4. anus
- merupakan akhir dari rectum
- berfungsi sebagai lubang tempat keluarnya feces.

HISTOLOGY
A. intestinum tenue
1. duodenum
- tunika mukosa duodenum punya banyak vili dan plicaecircularis
- crypta (glandulae) intestinalis mencolok
- kelenjar submukosa bisa ditemukan
- nodulus limfatikus mungkin ada juga tetapi jarang
- vili biasanya lebar dan tumpul.
2. jejunum
- vili lebih kurus, kecil, dan jumlahnya lebih sedikit dibanding duodenum
- nodulus limfatikus terdapat di lamina propria dan submukosa.
3. ileum
- sel viala merupakan gambaran mencolok
- nodulus limfatikus agregati sering ditemukan di mukosa–submukosa, dapat mencolok hingga vili di tempat itu mengecil
- kadang-kadang membrane mukosa menjadi datar dan diselip dengan kawah limfe (plak peyer)
- vili illenium berbentuk tongkat
- tidak ditemukan plika.

B. intestenum crassum
1. sekum
- nodulus limfatikus mencolok pada bagian sekum yang lebih ke belakang
- tidak ada vili
- kelenjar usus leboh panjang dan lurus
- tidak ada sel paneth
- lebih banyak menngandung sel mangkok dari usus halus.
2. kolon
- diameter kolon lebih besar dibanding usus halus
- membrane mukosa kolon licin
- tidak ada vili
- kelenjar usus lebih panjang dan lurus
- tidak ada sel paneth.
3. rectum
- tunika muscularis lebih tebal
- epithelium permukaan maupun kelenjar punya banyak sel viala
- tunika adventisia menggantikan tunika serosa
- tunika mukosa punya plika longitudinal, plika ini punya poros jaringan erektil pada lamina propia mukosanya.
4. anus
- pada peralihan rektoanus – linea anorectalis
- epithelium berubah dari columner simpleks menjadi scuamosa compleks
- lamina epitelialis mukosa sama seperti yang terdapat pada rongga pipi
- pada dataran linea anorektalis lamina muscolaris longitudinalis lateralis menghilang
- lamina muscularis sirkularis tetap berlanjut dan berakhir sebagai m.sphincterani internus
- paling luar terdapat tunika adventisia yang bersambung dengan jaringan ikat di sekitarnya.

2 comments:

Anonymous said...

Admin yang terhormat.....
Pada saat ini saya sedang penelitian histopatologi pada ikan dan ini sangat penting sekali. saya sudah membuat preparatnya, hanya saja saya bingung untuk membacanya..saya mengambil sampel dari hati, daging(kulit), insang, usus dan ginjal..
1.Apakah setiap ikan mempunyai penampakan jaringan normal yang sama atau setidaknya mirip?
2.Mohon bantuannya untuk mengetahui dengan cepat kelainan2 pada jaringan tersebut?mungkin dengan contohnya
3.Dimanakah saya bisa mendapat referensi tentang (gambar) penampakan jaringan pada ikan sakit dan sehat??
Terima kasih atas perhatiannya dan bantuannya...

mungkin jika ada informasi, tolong beritahu lewat himapan_rq@yahoo.co.id
sekali lagi terimakasih

RIKI
HIMAPAN_RQ@YAHOO.Co.ID

wawunx said...

sebagai informasi sebelumnya bahwa blog ini sedang dalam proses pemindahan ke situs www.vet-klinik.com sebagai keseriusan kami sebagai penyedia informasi.
saran kami, untuk mempermudahkan anda dalam membaca preparat histopatologi anda harus mempunyai preparat organ normal sehingga anda tahu apakah organ yang anda teliti tersebut mengalami perubahan atau tidak.
sebagai referensi histopatologi anda dapat mencari lewat google image dengan kata kunci "microscopic (organs) fish" dan juga bisa anda tambahkan kata "journal".
terima kasih

Artikel Terkait